Thursday, January 05, 2006

reaching 20.

Silent stream.
Down to the river.
Flowing breeze,
why need to speak?
This boat,
never feels a presence of being(s).
This boat,
was carefully built, manufactured, designed, polished,
but never ridden on.
Once it sank,
by the time it floats,
the water against its own nature.
Golden leaves falling, filling my empty feeling.
As the needle keeps ticking,
my stream remains silent.

Wednesday, January 04, 2006

on ninety-eight, i turned 19.

ulurlah seutas tali itu,
maka aku akan datang menjemput
melilitkan raga-ku
membentangkan jiwaku
menyesakkan desahanku
membuat aku terpuruk.

jauhkan penambat yang menggelepar!
aku akan mempersembahkan pikiranku yang mulia agar terseret ombak jauh meluas kea lam silam yang menipu!

kau tahu kau disitu
nyatanya kau tersenyum.
stay, little Valentine, stay …
each day is Valentine’s day
.

kenapa kekinianku harus terenggut akan masa lalu?
toh saat ini akan menjadi masa lalu di periode yang akan datang.
dan perulangan terus berputar.
dan, diam-diam aku juga ingin dikenang.

adrenalin ke-egois-an ku mulai bergejolak.
dengan segala daya upayaku aku harus membuat mata ketiga berpaling dan tertunduk patuh pada indera utama.

aku ingin menyatu dengan alamku.

Autumn Leaves di Aiwa-ku.
Mickey sudah berpukul 2.25 pagi.

Tuesday, January 03, 2006

usia 18 adalah pelem bikinan teguh karya dengan bintang yessy gusman.

teruntuk kenangan
yang selalu eksis di situ
tak pernah tergeser meski diterjang metamorfosa
semu.
yang nyata adalah
kenangan itu
untuknya lah aku menyisakan diriku
agar lukisannya terlihat utuh tak berongga
kenangan-kenangan ini
akan berarti bila kehadiran diri bukanlah sesuatu yang rutin.
karena tak ada yang mau berjalan menyusuri pantai kala badai yang dating, lain cerita kalau ia masih ombak atau riak-riak kecil.
dan jadilah dirimu yang sudah terwujud ini, untuk apa kamuflase?
oh iya, malam ini … hmm, biarlah. toh aku pasrah.
kenangan ini murni eskapisme belaka.
mimpi. dream. khayalan. ilusi. imagination.
If he can, why can’t I? To dream a little longer.
Elemen serpihan puzzle ada yang disana, namun kenangankah itu? Yah …


langit-langit terang di kamarku
bersama Tiwuk dan suara-suara tertata
menuju ke-24 bulan tujuh
past midnight.

Monday, January 02, 2006

it sounds patriotic ... seventeen ...

I can fly higher than an eagle
For you are the wind beneath my wings
Ternyata perubahan tak terelakkan
Begitu kekarnya menerjang meluluhlantakkan dinding itu.

It’s OK, I’m alright, I think God can explain.

Was I carried away? Oh, yes. It is bitter … Sweet!
Aku baru sadar kenapa tahu kosong tak pernah bisa digoreng.
Kalaupun bisa, masih lebih enak tahu isi.
Isi … Berisi … Diisi …

Kamu harus menjadi obyek!
Karena aku dengan segala ke-egois-an ku selalu haus akan menjadi subyek dari segalanya, termasuk kamu!

You can run, you can hide.
But I’m not leaving unless you come with me.
Something happened on the way to … heaven
, you say?

Can’t claim mine’s hell, so you’d better pick up other object, please!
Garis lintang melindungi inderaku.
Biarkan aku sedikit terbentuk disini.
Agar aku tak perlu mengejar semu dan palsu.
Meskipun …

Everytime the phone rings,
Do you wish it was me calling you?


Sometimes I walk away
‘Coz I know that we can never be together.

Sunday, January 01, 2006

dude, have you ever been on no.16 on any charts?

Blackbird singing in the dead of night
Take these broken wings and learn to fly
All your life
You were only waiting for this moment to arise

Blackbird singing in the dead of night
Take these sunken eyes and learn to see
All your life
You were only waiting for this moment to be free

Blackbird flies
Into the light of the dark black night

30-04-02

Saturday, December 31, 2005

li-bels. (sounds like lesbian-meets-rebellious)

puisiku mengalir karena kekinian.
semua puisiku dibuat untuk mengenang masa kini agar dalam masa depan, akan ada orang yang membaca dan menganggap puisiku adalah bagian dari masa lalu yang pernah ada dan terjadi secara nyata.

puisiku bukanlah puisi orang lain.
puisiku juga bukan digerakkan oleh hatiku.
ini tulisan, 'kan?!
dan cuman tangan yang menulis puisi ini, faktanya memang begitu …

kenapa kenyataan bahwa kekosongan adalah bagian dari proses pemenuhan itu susah untuk dimengerti?
boleh 'kan dalam kepadatan masa timbul waktu sejenak untuk suatu perhentian?
suatu kosong yang jelas-jelas tak berisi apa-apa.

kenapa aku mandeg?

- the end –

Friday, December 30, 2005

teruntuk 14.

Kenapa kau harus menjadi obyek pemikiranku?
se-istimewa apakah kehadiranmu yang tak pernah …
hampir … tak pernah nyata dalam menitku sehari-harinya?
hanya karena sebuah rencana tak terwujudkan yang kebetulan saja mampir dalam lintasan pikiranmu lalu aku terjerembab dalam licinnya aliran sesat yang mengalir karena saat itu hujan, kala pernyataan itu terdeklarasikan dengan ketidaksengajaan.
lalu aku semakin jauh terdampar pada alam khayalan yang maya dan tak nyata, menarik sekali, karena sekelam apapun, pasti ada pelita yang akan bersinar benderang.

Hey,
kalau dirimu yang notabene juga manusia bernafas dan berbudaya bisa sampai menjadi sumberku di coretan ini, alangkah agung-nya kamu!
padahal tak pernah energi-mu tercurah padaku
mengapa? kah?!

detachment. limitku akan terserap. ingat itu. detachment.

- less than 24 hr. away? make it then! –