Saturday, December 31, 2005

li-bels. (sounds like lesbian-meets-rebellious)

puisiku mengalir karena kekinian.
semua puisiku dibuat untuk mengenang masa kini agar dalam masa depan, akan ada orang yang membaca dan menganggap puisiku adalah bagian dari masa lalu yang pernah ada dan terjadi secara nyata.

puisiku bukanlah puisi orang lain.
puisiku juga bukan digerakkan oleh hatiku.
ini tulisan, 'kan?!
dan cuman tangan yang menulis puisi ini, faktanya memang begitu …

kenapa kenyataan bahwa kekosongan adalah bagian dari proses pemenuhan itu susah untuk dimengerti?
boleh 'kan dalam kepadatan masa timbul waktu sejenak untuk suatu perhentian?
suatu kosong yang jelas-jelas tak berisi apa-apa.

kenapa aku mandeg?

- the end –

0 Comments:

Post a Comment

<< Home