Wednesday, December 28, 2005

dua belas saja.

teruntuk kenangan
yang dulu, sekarang dan esok
selamanya akan bersemayam
di sebuah sudut pojok
yang akan hanya terbuka
‘pabila denting terdengar
ku terus mengasah tanpa
hampa rasanya, memang
bila jiwa tertinggal raga
tersisa lah keluh kesah pahit
bagi!

untunglah, bahasaku …
kamu tak pernah tertunduk.


17-03-02

0 Comments:

Post a Comment

<< Home